Cari

Sebanyak 5.420 Guru PAUD Dari 300 Kab/Kota Telah Ikut PCP Penanganan Stunting

 

Schoolmedia News Jakarta ------ Hingga akhir Agustus 2021, pelaksanaan Pelatihan Calon Pelatih (PCP) Diklat Berjenjang Tingkat Dasar penanganan stunting sudah mencapai 79,85 persen tingkat kepesertaan guru PAUD yang mengikuti pelatihan. Hal ini terlihat, dari target 2000 orang guru PAUD peserta pelatihan dari 300 Kabupaten/Kota, tercatat sebanyak 1.597 orang guru PAUD ikut pelatihan.

Sejak tahun 2019 hingga tengah tahun 2021, tercatat 5.420 guru PAUD ikut PCP Stunting. Tahun 2019 berdasarkan data Direktorat GTK PAUD tercatat 1.966 guru PAUD ikut PCP yang berasal dari 100 Kabupaten/Kota, kemudian tahun berikutnya tercatat 1.857 orang guru PAUD  dari 100 Kab/Kota ikut PCP Stunting. .  

Mendukung upaya percepatan penanangan stunting, selain mengirimkan guru PAUD untuk ikut PCP Diklat Berjenjang Tingkat Dasar, sejumlah produk untuk mendukung target pemerintah menurunkan angka stunting juga dilakukan Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini dengan menerbitkan modul, buku, komik, poster, video dan sejumlah media sosialisasi terkait stunting yang dapat diunduh disitus serta laman resmi Direktorat PAUD anggunpaud.kemdikbud,go.id, paudpedia.kemdikbud,go,id, maupun dari aplikasi gratis PAUDPEDIA yang ada di IOS dan Android.

"Direktorat PAUD telah menyiapkan modul-modul yang bisa digunakan untuk kelas orangtua (parenting) dalam upaya bergerak bersama melakukan penurunan dan pencegahan stunting. Kami juga mensyaratkan agar seluruh guru PAUD yang ikut program PCP Diklat Dasar untuk terlebih dahulu melaksanakan program PAUDHI di satuan pendidikan PAUD miliknya," ujar Direktur PAUD, Dr Muhammad Hasbii Workshop Evaluasi Akhir Pelaksanaam Pilot Project Pelatih Guru PAUD Secara Daring yang dilaksanakan oleh GTK PAUD di Jakarta, beberapa waktu lalu,. 

Dikatakan, terkait persoalan stunting guru dan Kepala Sekolah tidk diminta untuk mengetahui semuanya, namun harus memiliki motivasi dan siap untuk bersinergi dengan pihak lain dalam penanangan stunting. "Langkah awal bisa dengan bersinergi dengan Bunda PAUD ditingkat desa atau kelurahan," ujarnya.  

Mendukung program prioritas pemerintah untuk penurunan stunting yang dikoordinasikan oleh Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres), Direktorat GTK PAUD bertanggungjawab dalam penyiapan Pelatih Calon Pelatih (PCP) guru PAUD dengan materi yang terkait dengan penurunan stunting.

Sementara itu,  Direktur  GTK PAUD, Dr Santi Ambarrukmi M.ED menjelaskan sejak tahun 2018 pihaknya  mengawali langkah ini dengan memperkaya modul pelatihan Diklat Berjenjang Tingkat Dasar dengan materi yang sensitif gizi dalam mendukung program penanganan stunting.

Modul yang diperkaya antara lain tentang Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini serta Stimulasi dan Pengasuhan bagi Anak Usia 0-2 Tahun. Kedua modul ini memberikan wawasan kepada guru terkait pentingnya kesehatan, pengasuhan, dan stimulasi dalam rangka penanganan dan pencegahan stunting, khususnya bagi anak pada usia 0-2 tahun.   Modul tersebut wajib diberikan pada Bimbingan Teknis Pelatihan Calon Pelatih (PCP) Diklat Berjenjang Tingkat Dasar Penanganan Stunting.

Sasaran PCP adalah 300 kabupaten/kota prioritas penurunan stunting. PCP kemudian memberikan Pelatihan Diklat Berjenjang Tingkat Dasar Guru PAUD di kabupaten/kota wilayahnya. Sejak tahun 2019, Direktorat GTK PAUD telah melaksanakan Bimtek PCP pada 200 kabupaten/kota sasaran yang dilanjutkan dengan 100 kabupaten/kota lainnya pada tahun 2021.

Bimtek PCP tahun 2019 dilaksanakan dengan pola diklat tatap muka dengan mengundang peserta ke lokasi tempat diklat yang ditetapkan. Dengan adanya Pandemi Covid-19, maka Bimtek PCP tahun 2020 dilaksanakan dengan pola daring secara virtual menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Kegiatan PCP secara daring merupakan salah satu strategi yang dilaksanakan agar kegiatan dan informasi tidak terputus. Kegiatan pelatihan secara daring akan dilakukan pada diklat tingkat desa agar informasi tentang perbaikan gizi dalam penanganan stunting tidak terhenti dan dapat diteruskan kepada orang tua murid di tingkat keluarga.

Transformasi pelaksanaan Bimtek PCP ditandai dengan pemanfaatan TIK, yang semula dilakukan dengan pola tatap muka ke pola daring memanfaatkan TIK. Transformasi ini didukung dengan adanya kegiatan pilot project pelaksanaan Diklat Guru pola daring di kabupaten/kota. Aplikasi Learning Management System (LMS) diklat daring telah disiapkan oleh tim Setwapres.

Diklat daring sejatinya sudah diperkenalkan sejak tahun 2016, namun terdapat beberapa kendala yang dihadapi seperti kemampuan guru dalam menggunakan TIK dan terbatasnya akses layanan internet

Lipsus Selanjutnya
Dampak Covid-19 terhadap Praktik Keberagamaan, Terjadi Polarisasi dan Lanskap Perubahan
Lipsus Sebelumnya
Tiga Anak Kehilangan Orangtua Akibat Covid-19 Dikunjungi Menteri PPPA

Liputan Khusus Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar